PROBLEMATIK BAHASA INDONESIA: PRABAYAR DAN PASCABAYAR?

PROBLEMATIK BAHASA INDONESIA: PRABAYAR DAN PASCABAYAR?

oleh Dheka Dwi Agusti N.

Beberapa tahun terakhir ini konsep pembayaran khususnya dalam bidang pemasaran barang dan jasa telah mengalami banyak perkembangan dan modifikasi. Kalau dulu hanya ada sistem barter alias saling menukar barang, kemudian mulai berkembang dengan sistem ada uang ada barang, maka saat ini tengah hangat-hangatnya sistem pembayaran dengan konsep prabayar dan pascabayar.

Istilah prabayar ini konon bermula dari kata prepaid yang dalam bahasa Inggris bermakna sudah dibayar lebih dahulu. Hal ini bukan sekadar pinjam-meminjam istilah tetapi sudah terjadi pinjam-meminjam sistem, yaitu prepaid itu sendiri. Namun, apa yang terjadi setelah istilah itu hijrah pada bahasa kita?

Secara paradigmatis kita pun bermaksud sama, istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia yaitu prabayar dengan prepaid yang merupakan bahasa Inggris, mengacu pada makna “dibayar terlebih dahulu”. Misalnya: untuk para pengguna pulsa prabayar. Sebelum kita bisa menggunakan pulsa (baik itu telepon atau sms) tentunya kita harus membeli terlebih dahulu pulsa tersebut sejumlah yang kita inginkan. Setelah menggosok bagian belakang kartu pulsa dan memasukkan 14 digit angka yang tertera hingga ada pesan dari operator bahwa pulsa kita telah bertambah, barulah kita bisa memakainya, pastinya sesuai jumlah yang kita beli sebelumnya.

Sekilas memang tidak tampak ada yang aneh pada proses jual beli tersebut. Hal ini telah menjadi salah satu strategi pemasaran dari bisnis-bisnis yang sedang berkembang pesat. Mungkin para ahli ekonomi tidak mau ambil pusing untuk mencari terjemahan yang tepat bagi sistemnya ini. Namum, jika istilah ini dianalisis lebih jeli pada aspek morfologi dan semantik kebahasaannya ada hal menggelitik yang terdapat di dalamnya.

Secara kebahasaan, morfem kompleks “prabayar” yang menjadi istilah bagi sistem pembayaran di atas, dibentuk dengan proses pengimbuhan proleksem “pra” pada kata “bayar” yang merupakan kata kerja. “Pra” adalah bentuk terikat yang bermakna sebelum, kemudian diimbuhkan pada kata “bayar”, sehingga menghasilkan makna sebelum terbayar atau sebelum dibayar.

Makna tersebut tentunya jadi berbeda dengan istilah prepaid (ppd.). Lantas di mana letak kejanggalannya? Tentu saja dalam tataran morfologinya. Banyak hal menjadi pembeda yang signifikan antara kaidah yang ada dalam bahasa kita dengan kaidah yang ada dalam bahasa Inggris, contohnya konsep waktu (tenses) dalam kalimat dan ujaran bahasa Inggris.

Secara morfologi, istilah prepaid juga merupakan bentuk kompleks yang dihasilkan dari proses penambahan preposisi “pre” pada kata “paid”. Kata paid itu sendiri merupakan bentuk kata kerja kedua dari pay yang berarti membayar. Kata paid menunjukkan waktu lampau atau sudah terjadi (past tense) dan kemudian diberi preposisi pre sehingga membentuk makna sudah dibayar terlebih dahulu.

Secara gramatika, pre yang bermakna sebelum, menerangkan kata paid yang bermakna membayar (lampau atau sudah terjadi), lalu membentuk makna ‘sebelumnya sudah dibayar’. Kata paid yang merupakan kata kerja (verb) setelah berubah menjadi prepaid menjadi kata kerja transitif. Contoh: The package was sent prepaid, Paket itu dikirim dengan membayar (ongkos) terlebih dulu.

Dalam gramatika bahasa Indonesia tidak dikenal konsep waktu secara signifikan, sehingga pemaknaan terhadap bentuk kompleks yang berkaitan dengan waktu terkadang menjadi kacau balau. Istilah prabayar yang disejajarkan dengan prepaid dapat menjadi contoh. “Pra” yang diimbuhkan pada kata “bayar” dalam kaidah bahasa Indonesia tidak dapat mengubah makna berdasarkan susunan gramatikanya. Kata “bayar” yang merupakan kata kerja jika dianalisis waktunya dapat berarti sedang terjadi atau bahkan belum rerjadi, yang jelas tidak mungkin memiliki arti telah terjadi alias sudah dibayar, karena jika ingin konsep waktunya demikian maka kata bayar harus didampingi dengan kata sudah atau telah.

Jadi, istilah prabayar secara semantik akan menghasilkan makna “sebelum membayar” artinya belum dibayar, artinya lagi itu hanya sebuah konsep pembayaran biasa, di mana setelah selesai melakukan transaksi jual beli barulah biayanya dibayar atau dilunasi. Contoh: Paket itu dikirim secara prabayar. Berarti, paket itu dikirim secara belum dilakukan pembayaran. Namun, entah mengapa yang melekat pada masyarakat kita justru makna “Paket itu dikirim dengan cara membayar sebelumnya”. Makna ini memang benar, tetapi untuk makna semantik dari kata prepaid, bukan prabayar.

Perhatikan bentuk komplek lain yang berasal dari proses morfologi penambahan “pra”, yaitu: pradesa bermakna daerah yang belum menjadi desa, pradini memiliki makna belum waktunya, prajaksa adalah pembantu jaksa, yang makna awalnya adalah belum menjadi jaksa, kemudian pralahir maknanya berkenaan dengan bayi pada masa menjelang kelahiran, itu sama saja artinya dengan belum lahir, lalu pramenstruasi, prapuber, dan pranikah memiliki konsep makna yang setara yaitu “belum”.

Lalu bagaimana dengan istilah pascabayar yang disetarakan dengan istilah paid dalam bahasa Inggris. Kata paid yang berarti (telah) membayar atau lunas bisa saja setara dengan konsep pascabayar yang memiliki makna sesudah (dilakukan) membayar. Atau justru pascabayar memiliki makna yang diperkenankan seperti dalam konsep prabayar. Proleksem “pasca” adalah bentuk terikat yang memiliki makna sesudah, jika digabungkan dengan kata “bayar” maka akan menimbulkan makna “sesudah bayar”. Inilah makna yang justru diharapkan hadir dalam istilah prabayar, bukan? Contoh: Paket itu dikirim secara pascabayar, maknanya paket itu dikirim secara sesudah (dilakukan) membayar/ pembayaran. Atau dengan kata lain, paket itu dikirim sesudah kita membayarnya alias kita melakukan pembayaran terlebih dahulu baru akan mendapatkan barang atau jasa yang dikehendaki.

Dalam hal ini, seharusnya para ahli ekonomi tidak lepas tangan begitu saja, sebab bagaimanapun merekalah yang sewajarnya paham benar akan makna dan referen yang diacu untuk sebuah konsep yang kemudian dituangkan pada sebuah istilah yang tepat dan tidak tumpang tindih. Jikalau memang ingin menyetarakan istilah dengan istilah dalam bahasa lain, hendaknya taat asas dalam penerapan kaidah bahasa masing-masing.

Salam.

Dheka Dwi Agusti N.

About these ads

11 Komentar

  1. fathur said,

    10 Maret 2010 at 12:46

    iyah.. udah menjamur di masyarakat..nih.. haha

    pranikah >< prabayar haha.. seharusnya sama.. benar2… membuat bingung…

  2. heri said,

    12 Juli 2010 at 01:48

    kalau masyarakat umum udah mengartikannya bgitu gmana? Emang bkin bingung ni.

  3. Philip Hartono said,

    20 Juli 2010 at 23:10

    “Prabayar” sudah tepat penggunaannya untuk “prepaid”
    Kata “pre” dalam bahasa Inggris mengandung arti “before” dan “beforehand”, padanannya dalam bahasa Indonesia “pra” artinya: “sebelum”, “sebelumnya”, “di muka”. Dalam konteks “prepaid”, “prabayar” artinya bukan “sebelum membayar” (“before paid”), tetapi “bayar di muka” (“paid beforehand” atau “paid in advance”).

    • Riza said,

      1 November 2010 at 10:45

      tapikan koq beda ma pranikah atau prasekolah…

  4. Pilip said,

    29 September 2010 at 04:24

    Komentar bodoh philip hartono.. Gini dah org indonesia kbanyakan.. Sebelum koment baca dulu om…

  5. Riza said,

    1 November 2010 at 10:43

    Aku malah bingung sendiri…
    pas mw transaksi bingung pilih prabayar atau pasca bayar.. soalnya kn artinya malah bkal berkebalikan… barusan aku sampai shock takut salah pilih tadi, krena tiba2 tergelitik bukannya prabayar=sebelum bayar, saking takutnya transaksi salah, tak cari di google, ternyta, emg istilahnya yg agak nyeleneh,hehehe

  6. suprapto said,

    10 Februari 2011 at 16:38

    Sebaiknya menggunakan nama PULSA TUNAI bagi yang sudah membayar. PULSA HUTANG bagi yang belum membayar.

  7. Mas Nino said,

    19 Agustus 2011 at 22:57

    karena kebiasaan orang indo salah memaknai, seperti contoh diatas..
    awalan pra bagi indo artinya pertama…

    Pramasehi= tahun tahun yg mengawali masehi
    Pranikah= nikah “duluan” sebelum waktunya
    Pradesa= Awal dibangunnya desa

    kata awal dan “duluan” artinya pertama
    jadi prabayar kita menganggapnya “bayar DULUAN sebelum dapat paketnya”

    itu pendapatku aja loh, kalau yang tidak setuju silakan…

  8. Ridwan said,

    18 September 2011 at 04:31

    “prabayar” ganti dengan “bayar di muka”
    “pascabayar” ganti dengan “bayar belakangan”
    Agak panjang sih, tapi tidak akan ada yang salah tafsir.

  9. syafri said,

    11 Maret 2012 at 06:15

    penerjamahan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak bisa serta merta diartikan kata per kata. memang jika diartikan kata per kata, pre paid akan menjadi pra bayar, tapi itu akan menjadi rancu dengan struktur kata/kalimat bahasa Indonesia yang memang berbeda dengan bahasa Inggris. Banyak dari kita, yang lebih mementingkan kemudahan dalam penyebutan sebuah istilah daripada arti atau makna istilah itu sendiri. Oleh karena itu, saya setuju dengan penulis agar penerjemahan atau penyerapan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia harus disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.

  10. rianto said,

    20 Agustus 2012 at 18:04

    kirain cuma saya yg bingung… rupanya rame..
    harusnya pascapanen berarti setelah terjadi proses panen.. berarti, pascabayar setelah terjadi proses membayar.. padahal kenyataannya belum dibayar..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: