Dheka Dwi Agusti N.

Dheka Dwi Agusti N.

Dheka Dwi Agusti N. lahir dari rahim ibunda tercinta Mursilah pada 14 Agustus 1986, di Bandung. Anak kedua dari tiga bersaudara yang kerap dikata nakal ini, memang senang melakukan hal yang dianggapnya menyenangkan. Tidur dan bermimpi pun dinobatkan sebagai hobinya, barangkali warisan dari Ayahanda Tri Joko yang sangat rajin tidur. Meski tak suka belajar dan sering berkelahi sampai mimisan, tetapi di rapot SDnya tertera kata peringkat pertama selama 6 tahun. Alergi terhadap organisasi, tetapi tak sadar ternyata pernah juga menjadi Pratama Utama Putri di SMP 31 Bandung. Alumni SMA 12 Bandung ini menganggap bahwa pelajaran di sekolahnya sama dengan karya absurd. Belajar di kelas sering membuat kepalanya panas dan dikompres dengan handuk basah. Karena sulit menghapal, ia pun menggubah materi kimia tentang Sintesis Protein menjadi sebuah pertunjukkan teater, dan menganalogi pelajaran sejarah menjadi sebuah diary.

Di perpustakaan pojok SMAnya, terpaksa ia mulai sering membaca. Di ruang pelarian bagi anak-anak yang kesiangan inilah akhirnya ia pun jatuh cinta pada buku berdebu dan kesenyapannya, hingga kerap meninggalkan kelas yang riuh jika tak ada guru dan menyepi di balik rak buku. Karya-karyapun lahir berupa puisi, cerpen, artikel, berita dan dimuat di beberapa media cetak kota Bandung, sedang honornya selalu habis untuk mentraktir. Profesi yang dijalani semasa SMA (2002-2004) sebagai penulis lepas di HU. Galamedia telah mengantarnya langsung untuk duduk di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, sebagai lulusan seleksi jalur PMDK UPI. Sebuah kejutan bagi orangtua dan guru-guru yang tak satupun pernah merasa mendaftarkannya. Menuntut ilmu di Jurusan ini akhirnya terpaksa dilakoninya sebab tak lulus SPMB karena alasan klasiknya yaitu tertidur ketika ujian. Beruntung pada tahun 2005 ia lulus seleksi program reporter kampus dan mulai menapaki aktivitas barunya sebagai reporter berita radio MQ FM Bandung.

D” -begitu ia akrab disapa, memang tak lahir dari keluarga pecinta baca, dan tak setetes pun darah seni mengalir di tubuhnya. Tersesat di dunia sastra lagi-lagi membuatnya harus berjalan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan mulai kembali bermimpi. Pada tahun 2007, bersama kawan-kawan sastra angkatan ‘05 mengantologikan bersama puisi anak berjudul Crayon Cilik. Sementara pada tahun 2008 ini, antologi puisi juga tengah dalam proses penyusunan bersama kawan-kawan sastra angkatan’04. Pada tahun ini pula antologi puisi anak yang digagasnya diterbitkan oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah Bandung dan launching pada peringatan Hari Anak Nasional.

Kala perkuliahan mulai merapat pada akhir jenjang, seperti bermimpi ia memutuskan untuk pindah konsentrasi dari ilmu Linguistik ke Sastra. Kesempatan ini mau tidak mau membuatnya akrab dengan setumpuk sks dan angkatan bawah. Tetapi, baginya bersama anak jalanan & tahanan anaklah dunia pendidikan menampakkan wujud aslinya. Selesai mengikuti lawatan budaya dan magang di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, saat ini ia tengah menulis skenario dan mempersiapkan sebuah pementasan teater bersama anak-anak di rumah tahanan Kebon Waru Bandung. Lalu, bersiap untuk plesir keliling Priangan sambil menginventaris kaulinan budak yang masih tersisa. Sebuah karya lainnya juga tengah dipersiapkannya sebagai tugas pamungkas sebelum meninggalkan almamaternya, yakni penelitian terhadap gaya bahasa figuratif anadiplosis dalam kawih kaulinan budak yang berkembang di masyarakat Sunda, sebagai suatu kajian etnosemiotika. Penulis yang tak senang sibuk ini dapat dihubungi melalui email dd_agusti@yahoo.co.id, atau 08996812447.

Yostiani Noor Asmi Harini

Yostiani Noor Asmi Harini

Yostiani Noor Asmi Harini dilahirkan di Bandung, 22 Januari 1987. Setelah lulus dari SMAN 19 Bandung (tahun 2005), ia kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Ia mengambil jurusan Sastra Indonesia. Tulisannya pernah dimuat di beberapa surat kabar di kota Bandung. Ia juga pernah menjadi redaktur di majalah Plasma dan Channel Plus. Karena ketertarikannya di dunia perfilman, pada tahun 2003 dia bergabung dengan Salman Filmmaker Club. Kemudian dia bergabung dengan Forum Filmmaker Pelajar Bandung/F2PB (tahun 2004 sampai sekarang). Anak pertama dari tiga bersaudara ini pernah menjadi reporter berita radio MQ FM Bandung.

Ia memperoleh penghargaan dari Bagian Pemberdayaan Perempuan PEMDA Kota Bandung yang bekerjasama dengan Yayasan Rumahku sebagai juara 3 lomba karya tulis Kekerasan Terhadap Anak (2003), Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Proyek Sumedang-Indramayu, sebagai peserta lawatan sejarah dan budaya (2004), Penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, atas partisipasi dan dedikasi dalam kegiatan Lomba Karya Tulis dalam rangka Recovery Akibat Bencana Alam Tsunami di Provinsi NAD dan Sumatra Utara (2005), Penghargaan dari Badan Ekslusif Mahasiswa PAAP FE UNPAD, atas film “Band of Friendsters”, dalam festival film islami (2006), Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia atas film BEN yang dibuat versi pendeknya “Aku dan Koruptor” sebagai juara dua pemenang lomba membuat film bertema korupsi (2006), Penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat sebagai pemenang harapan 1 pada Lomba Karya Tulis Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Bahasa Sunda Tahun 2007.

Saat ini, selain menjadi staf pengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar, ia juga tengah merapungkan kumpulan cerpen anak.

Andalusia Neneng Permatasari

Andalusia Neneng Permatasari

Andalusia Neneng Permatasari, dilahirkan di Tasikmalaya, 22 tahun silam, pada tanggal 29 Januari 1986. Kecintaannya pada buku dan baca, buah didikan dan arahan dari idolanya Ayahanda Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H. dan pelita dalam hidupnya Ibunda Iis Sumiarsih. Meski tidak terlalu suka sistem sekolah formal, tetap menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Ajitunggal, hingga meraih NEM tertinggi sekecamatan Cilengkrang. Adapun sekolah menengah (baik SMP atau SMA), dijalaninya di Garut, di sekolah yang penuh kenangan dan warna kehidupan, yang dijulukinya sebagai “Hogwart dalam Hidupku”, yaitu di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Karena di tempat inilah, dia menerima beragam ilmu dan melakukan berbagai aktivitas.

Mulai dari tergabung dengan Pimpinan Ranting Ikatan Remaja Muhammadiyah, sebagai wakil ketua Studi Keislaman (2002-2003), Sekretaris Korps Mubaligh Remaja (2001), dan anggota klub seni FASE. Saat di Garut jugalah, dia menemukan apa yang Tuhan anugerahkan berupa kemampuan menulis hingga berbagai tulisannya dimuat di beberapa media massa, di antaranya Muslimah, Annida, dan Pikiran Rakyat.

Kecintaannya pada sastra, mengantarnya pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (UPI) pada tahun 2004. Aneka ilmu mengenai sastra pun didapatnya di Rumah Malka, hingga pada penghujung tahun 2005 antologi cerpennya bersama beberapa penulis Malka lainnya dicetak dengan judul ”Yang Datang Berulang”. Hingga kini masih tergabung dalam komunitas Malka. Adanya hubungan dan keselarasan antara sastra dan jurnalistik, serta ketertarikannya pada media, membuatnya memilih untuk bergabung dalam komunitas Crayon (Create Your Own News) untuk diasah menjadi citizen journalism, yang digagas oleh YPM Salman ITB. Sesuai dengan moto hidupnya ”hidupku adalah ibadah”, bercita-cita mendirikan rumah buku untuk mengundang berbagai kumbang pecinta buku, dan yang mulai ingin belajar mengenal buku, untuk bersama-sama membaca tidak hanya dengan mata, tapi dengan hati dan akalnya, agar dapat mengenal dan mengetahui berbagai keajaiban Allah dalam beragam ilmu yang ada. Terakhir, tidak ada yang baru di bawah matahari karena sesungguhnya segala kreasi hanya milik Allah swt, hal ini membuatnya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dirinya, berasal dari Allah. Dapat dihubungi melalui email dan yahoo messanger andalusianp@yahoo.com atau di blog pribadinya pondokkata.multiply.com dan andalusiapermatasari.blogspot.com.

Seli Desmiarti

Seli Desmiarti

Seli Desmiarti. Perempuan kelahiran Bandung 19 Desember 1984, sedang bergegas menyelesaikan studi di Jurdiksatrasia FPBS UPI. Bergiat di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI dan Selasar Kemuning sambil berproses menjadi ibu rumah tangga yang penulis dan budayawan yang baik. Senang berkesenian sejak taman kanak-kanak, baik dalam pertunjukkan maupun dengan mengikuti perlombaan. Sempat menjadi Juara II Lomba Baca Puisi Sunda Disbudpar Jabar 2008 dan Juara I Lomba Cipta Puisi Jurdiksatrasia 2006. Karya-karyanya sempat dipublikasikan di buletin Raja Kadal, Literat, antologi puisi bersama Hujan, antologi cerpen bersama Kutukan, Women sow. Tengah menyelesaikan novelet Tubuh Air dan antologi puisi bersama Perempuan-perempuan Asas.

Kontak : 0878 2112 4433

E-Mail : rakit_puan@yahoo.co.id

Nicky Cempaka K.K

Nicky Cempaka K.K

Nicky Cempaka K.K. lahir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada tanggal 25 Februari 1987 dari pasangan Rd. Jimmy M. Nur Husni dan Agustinawati. Pola hidup keluarga yang nomaden menyebabkan penulis menamatkan bangku sekolah dasar di berbagai tempat (tujuh sekolah dasar) selama 6 tahun. Kemudian melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 14 Tasikmalaya selama 3 tahun dan SMU Negeri 1 Tasikmalaya selama 3 tahun pula. Saat ini, penulis tengah tercatat sebagai mahasiswi di jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Pengalaman organisasi semasa sekolah pernah menjabat sebagai sekretaris umum OSIS SLTPN 14 Tasikmalaya (2000/2001), pratama umum puteri SLTPN 14 Tasikmalaya (2000/2001), Pemangku Adat ambalan Nurani Bhakti SMUN 1 Tasikmalaya (2003/2004), dan Kabid.Pendidikan Taman Kajian Siswa SMUN 1 Tasikmalaya (2003/2004). Prestasi yang pernah diraih diantaranya, Pelajar Teladan Tasikmalaya (2001),Juara Umum dan peraih NEM tertinggi SLTPN Tasikmalaya (2002), juara 1 pembacaan puisi se-priangan timur KWARCAB Tasikmalaya (2003), juara 2 pembacaan puisi SMUNSATAS (2004) juara 2 deklamasi puisi PERSAMI KALSEL (1998), juara 3 pembacaan puisi PORSENI Tasikmalaya (2001), juara 3 musikalisasi puisi GBSI UPI (2007), juara 3 musikalisasi puisi GBSI (2008). Beberapa karyanya pernah diterbitkan oleh beberapa media lokal di Tasikmalaya, diantaranya adalah koran PRIANGAN.

Mulai menulis sejak sekolah dasar, mempunyai hobi membaca, menulis esai dan puisi, menyanyi, dan travelling. Menyukai bidang-bidang ilmu humaniora seperti bahasa, sastra, budaya, psikologi, dan seni. Bercita-cita sebagai tenaga pengajar bahasa dan sastra Indonesia, penulis, ahli bahasa dan sastra serta ahli budaya. Saat ini sementara berdomisili di Bandung dengan no. Kontak: 0856 2440 2446

Aldika Restu Pramuli

Aldika Restu Pramuli

ALhamdulillah Di hari merdeKa, adalah kepanjangan dari nama perempuan yang lahir lahir tepat di saat bangsa besar ini merayakan hari besarnya yang ke 42 tahun, 17 Agustus 1987. Aldika Restu Pramuli besar di sebuah kota kecil tepat di ujung barat Bogor, Jasinga. Ia dibesarkan oleh dua orang pahlawan penuh jasa (guru) yang tak lain adalah orang tua yang disayanginya, Edi Mulyadi dan Eri Herawati.

Perempuan yang kini tengah duduk di bangku kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) program studi bahasa dan sastra Indonesia ini mengenyam pendidikan dasar kampung kecilnya. TK Aisyiyah Bustanul Athfal, SD Negeri 2 Jasinga, SMP Negeri 2 Jasinga, dan SMA Negeri 1 Jasinga.

Putri pertama dari empat bersaudara ini senang menulis sejak kecil. Mulai dari membuat cerpen, puisi, hingga tulisan-tulisan motivator bagi rekan-rekannya. Pekerjaan pertama selama hidupnya adalah, “jasa perangkai kata”. Dari “jasa perangkai kata” itu, ia memeroleh imbalan berupa jajanan, mulai dari mie ayam, bakso, hingga cilok, dari costumernya, yang tak lain adalah sahabat-sahabatnya sendiri. Hingga kini, ia masih gemar menulis puisi, cerpen, naskah drama, naskah film, dan berharap suatu saat tulisannya akan bermanfaat.

Hobi yang dimilikinya, sebenarnya adalah hobi turunan dari sang Ayah, “Angkag Ingkig”, tak pernah mau diam. Mulai dari Pramuka, OSIS, Paskibra, Mading, serta kegiatan lainnya selalu diikutinya. Kecintaan akan berorganisasi itulah, yang kini membuatnya tetap bertahan sebagai pemimpin redaksi ISOLA POS, surat kabar mahasiswa UPI. Karena hidup tanpa beraktifitas adalah hidup yang mati.

Atas segala aktivitasnya itulah, sejak kecil prestasinya berjibun, namun tak perlu diungkap di sini. Cukup ini saja, siswa SMA berprestasi I tk. Kab. Bogor, Juara I baca Puisi siswa SMP tk. Kab. Bogor, Juara 2 Lomba Presenter Bahasa Sunda tk. Mahasiswa se-Bandung, dll.

Kini, seorang Aldika tengah memersiapkan dirinya untuk bisa mewujudkan mimpi kecilnya, menjadi seorang pembaca berita. Mungkinkah? “Tak pernah ada yang tak mungkin,” itulah yang senantiasa tertanam di benak perempuan ini. Karena tak ada yang tak mungkin, maka ketakutan dan diam adalah dua kebodohan yang tak seharusnya dilakukan.

Langkah pertama ingatlah Allah, langkah kedua ingatlah Ibu dan Bapak, langkah ketiga berkaryalah,” pesan ibuku suatu hari.