Bandung-kebumen

oleh Dheka Dwi Agusti N.

Bandung-kebumen

Kereta mulai merayap

Lewati rumah yang dindingnya bertumpuk-tumpuk

Ada sawah tapi sekejap

Tersekat benteng

Di belakangnya rumah-rumah besar seperti dalam sinetron

Lewat terowongan ciut tidak gelap tidak terang

Kanal stengah jadi menganga menyambut hujan melumurinya

Ternyata ada sawah lagi

Masih ada sawah terbentang seperti karpet berwarna hijau di mushola dekat rumahku

Beberapa petani menungging seperti sedang ruku dalam shalat

Tangannya sibuk menyabut rumput mungkin sambil dzikir dan menyebut Alhamdulillah

Kamis 07 Februari 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: