KAIDAH TRANSFORMASIONAL

KAIDAH TRANSFORMASIONAL

oleh Dheka Dwi Agusti N.

Transformasi Tunggal

Transformasi ini mengubah bagian atau sebuah kalimat menjadi bagian atau sebuah kalimat lain yang berbeda strukturnya.

Contoh :

Kaidah T.1 Imperatif :

(Kalimat imperatif diasumsikan mempunyai Struktur Batin kalimat berita dengan subyek persona kedua, ditambah dengan pemadu imperatif. Dengan menghapuskan subyek persona kedua dan pemadu imperatif itu diperoleh kalimat imperatif itu, seperti berikut🙂

(meN)

SD : (X) Per2                         Kj (Afk) (Y)

(ber)

(meN)

ST : IMP + (X) Per2                                Kj (Afk) (Y)

(ber)

O

Kj (Afk) (Y) (X)

(ber)

C : 1. IMP + Engkau membaca koran hari ini Baca koran hari ini!

2. IMP + Besok saudara menulis cerita itu Tulis cerita itu besok!

3. IMP + Anda berhemat tahun ini Berhemat tahun ini!

Catatan:

Kj ialah tanda untuk pokok kata kerja; Afk = afiks kata kerja; X, Y (dan juga Z dan W) biasa dipakai sebagai tanda perangkum, yang dapat berujud untaian apa saja sesuai dengan struktur kalimat yang dibicarakan.

Kaidah T.2 Pertanyaan-1:

Tiap kalimat dasar dapat dijadikan kalimat tanya hanya dengan membubuhkan kata apa di depannya.

SD: K

ST: T + K apa + K

C: 1. T + Anak itu makan kacang Apa anak itu makan kacang?

2. T + Orang itu marah sekali Apa orang itu marah sekali?

Catatan:

T adalah tanda bagi pemadu Tanya, seperti juga IMP adalah tanda bagi pemadu Imperatif. Kalimat tanya yang dihasilkan oleh Kaidah T.2 ini dapat juga disebut pertanyaan ya-bukan (tidak), karena jawaban kepada pertanyaan itu cukup dengan “Ya” untuk mengiakan, dan “Tidak (Bukan)” untuk menyangkalnya.

Kaidah T.3 Pertanyaan-2:

Ada dua macam apa, yang satu ialah kata bantu kalimat tanya seperti yang dipakai oleh T.2, yang lainnya lagi ialah kata tanya yang menanyakan sesuatu (bukan seseorang). Kalimat tanya macam yang kedua itu seperti berikut ini kaidahnya:

C:

SD………………X……

GB-ins                       siapa

GB-ins                       apa

GK                              mengapa

ST:T GS, C bagaimana

Gbil                           berapa

GD D +                      mana

W                                bila(mana)

Etc                             Etc

C: T + Anak itu membeli buku Siapa membeli buku?

T + Anak itu membeli buku Anak itu mengapa?

T + Anak itu membeli buku Anak itu membeli apa?

Kaidah T.4 Fokus-1:

Fokus ialah pemusatan perhatian. Pada BI ada beberapa cara untuk memusatkan perhatian pada sebagian daripada kalimat. Salah satu cara ialah dengan meletakkan bagian yang diperhatikan itu pada awal kalimat. Pemindahan ini biasa juga disebut dengan permutasi, tetapi permutasi pada BI mempunyai fungsi pemfokusan, kaidahnya seperti berikut:

SD: GB (M) (ASP) (AUX) GPD (ADV)

ST: FOK + GB + M + ASP + AUX + GPD + ADV X1 + X2 + X3

X4 + X5 + X6

: X = GB, M, ASP, AUX, GPD, ADV

dan ASP (X) AUX (Y) GPD dengan

urutan seperti itu.

C: FOK + Anak itu rupanya akan dapat bermain piano dengan terampilnya sekarang

  1. Rupanya anak itu akan dapat bermain piano dengan terampilnya sekarang.

  2. Rupanya sekarang anak itu akan dapat bermain dengan terampilnya.

  3. Sekarang anak itu rupanya dengan terampilnya akan dapat bermain piano.

Kaidah T.5 Fokus-2:

Dengan menggunakan konstruksi Pasif. Pemusatan perhatian pada subyek GB ialah dengan konstruksi aktif, sedangkan pemusatan kepada obyek GB dilakukan dengan konstruksi pasif, karena cara lain tidak mungkin. Contoh kaidahnya:

SD : GB1 (X) KE + GB2 (Y)

ST : FOK + GB1 (X) KE + GB2 (Y) GB2 (X) KE (oleh) GB1 (Y)

C : FOK + Guru itu membeli rumah ini Rumah ini dibeli guru itu.

Catatan:

Di atas ini kata kerja tidak dinyatakan dengan jelas tentang afiksasinya. Hal ini memang disengaja, karena afiksasi dimasukan ke dalam ciri-ciri leksikal, seperti <+aktif> dan <-aktif>, yaitu bahwa yang pertama biasa memperoleh awalan meN-, sedangkan yang kedua biasa mendapat awalan di-. Ini penting sekali untuk dapat menandai Struktur Batin.

Kaidah T.6 Nominalisasi-1:

Tiga macam saja, yang semuanya diturunkan dari kata kerja. Ada tiga pengertian yang ditimbulkan oleh nominalisasi yang diturunkan dari kata kerja ini. Pertama yang mempunyai pengertian “proses”, kedua yang mempunyai pengertian “hasil”, dan ketiga yang mempunyai pengertian “pelaku”. Dan konstruksinya berbeda-beda. Contohnya:

meN

SD: (X) Kj (Afk) (Y)

ber

meN peN

ST: NOM (X) Kj (Afk) (Y) Kj + an (X) (Y)

ber per

C: 1. NOM + Perempuan itu membeli beras Pembelian beras (oleh) perempuan itu…………

2. NOM + Anak itu bermain Permainan anak itu…………..

Catatan:

Perlu diberitahukan di sini, bahwa tidak semua kata kerja dapat diperlakukan seperti kaidah ini. Sebuah contoh ialah kata kerja beradu peraduan, tidaklah sesuai dengan kaidah ini, karena peraduan bukanlah proses, melainkan tempat. Sejumlah kata kerja yang tidak mempunyai awalan meN atau ber, akan tetap bentuknya sebagai proses, seperti tidur, duduk, makan, minum, terbang, dan lain sebagainya.

Kaidah T.7 Nominalisasi-2:

Nominalisasi yang mempunyai pengertian “hasil” seperti diberikan pada catatan Kaidah T.6 di atas tidak semua kata kerja dengan bentuk-bentuk ini mempunyai transformasi yang sama, sehingga kaidah ini hendaknya diperlakukan secara selektif. Baru jika semua kata kerja telah dikelompok-kelompokkan, akan diketahui yang mana dapat dikenai kaidah-kaidah ini.

meN

SD: (X) Kj (Afk) (Y)

ber

meN

ST: NOM (X) Kj (Afk) (Y) Kj (an) (X) (Y)

ber

C: 1. NOM + Guru itu menulis di papan tulis Tulisan (guru itu) di papan tulis………..

2. NOM + Gadis itu bernyanyi Nyanyian gadis itu……………

Catatan:

Di sini pun kami nyatakan bahwa akhiran an adalah manasuka untuk memberikan kemungkinan bagi kata-kata kerja yang tidak mendapatkan afiks memperoleh nominalisasi ini, khususnya kata kerja seperti tidur, duduk, bangun, dsb, biarpun kata kerja seperti minum, makan, dsb, dapat pula dikenakan kaidah ini.

Kaidah T.8 Nominalisasi-3:

Kata kerja yang lain selain pada kaidah T.6 dan T.7. kaidah ini seperti berikut:

meN

SD: (X) Kj (Afk) (Y)

ber

meN

ST: NOM (X) Kj (Afk) (Y) pe (N) + Kj (X) (Y)

ber

C: 1. Orang itu mencuri ayam Pencuri ayam itu…………

2. Orang itu bermain bola Pemain bola itu…………….

Kaidah T.9 Posesif-1:

Kaidah ini mesti dibagi dua, karena ada dua anggotanya yang memerlukan kaidah itu, sebab sebuah saja tidak cukup bagi kedua anggota itu. Secara puristis sebenarnya hanya ada tiga posesif saja dalam BI, yaitu bagi persona pertama, kedua dan ketiga, yang biasa dituliskan menjadi satu dengan Gatra Benda yang dimiliki, yaitu posesif ku, mu, dan nya masing-masing. Adapun yang lain hanyalah merupakan “pemindaha lingkungan” saja. Biarpun demikian ku, mu, dan nya kami jadikan satu dengan golongan pertama, dan berikut inilah kaidah itu dengan contohnya:

SD: GB-1 + punya + GB-2 (X)

aku ku

engkau mu

ia nya

saya saya

kami

ST: POS kita punya + GB-2 (X) GB-2

anda

kamu

tuan tuan

etc etc

Nama Nama

B(PEN) B(PEN)

C: 1. POS + Aku punya buku bukuku………….

2. POS + Kursi itu punya kaki kaki kursi itu…………..

Kaidah T.10 Posesif-2:

Kaidah ini adalah kelanjutan daripada posesif GB yang berujud Nama dan B(PEN). Karena ungkapan-ungkapan buku Pratiwi, sepeda Yanto, tas Hamid, dan rumah petani itu adalah gramatikal, maka pada Kaidah 9 ungkapan-ungkapan itu merupakan output-nya. Tetapi ungkapan-ungkapan itu masih dapat dilanjutkan pada posesif akhir dan untuk itulah kaidah ini diberikan sebagai contoh:

Nama

SD: (X) GB-1 (Y)

GB-2

Nama

ST: POS (X) GB-1 (Y) (X) GB-1 + nya (Y)

GB-2

C: POS + kucing Dewi kucingnya

Transformasi Rapatan

Dengan berbagai operator dua Penanda Gatra atau lebih yang setara dapat digabungkan menjadi sebuah kalimat rumit dan hasil dari Transformasi Rapatan. Contoh kaidah-kaidah Transformasi Rapatan diantaranya.

Kaidah T.11 Serial -1:

SD: (X) GB-1 + GPD (Y), (X) GB-2 + GPD (Y)

ST: (X) GB-1 + GPD (Y)

+ dan

(X) GB-2 + GPD (Y)

Per 1 Per 2

B dan B (PEN) GPD

Nama Nama

C: Guru itu membaca koran

+ dan

Murid-murid itu membaca koran

Guru dan murid-murid itu membaca koran.

Kaidah T.12 Serial-2:

SD: (X) GB + GPD-1 (Y), (X) GB + GPD-2 (Y)

ST: (X) GB + GPD-1 (Y) dan

+

(X) GB + GPD-2 (Y) lalu

dan

  1. GB + GPD-1 GPD-2 (Y)

lalu

C: 1. Orang itu membeli rumah

+ lalu

Orang itu berenang di pantai

Orang itu membeli rumah lalu berenang di pantai.

2. Petani itu rajin

+ dan Petani itu rajin dan giat.

Petani itu giat

Kaidah T.13 Serial Emfatik-1:

SD: (X) GB-1 + GPD (Y), (X) GB-2 + GPD (Y)

ST: (X) GB-1 + GPD (Y)

+ dan……juga

(X) GB-2 + GPD (Y)

(X) GB-1 + GPD + dan + GB-2 + juga (Y)

C: Perempuan itu makan nasi

+ dan……juga

Laki-laki itu makan nasi

Perempuan itu makan nasi dan laki-laki itu juga.

Kaidah T.14 Serial Emfatik-2:

SD: (X) GB-1 + GPD (Y), (X) GB-2 + GPD (Y)

ST: (X) GB-1 + GPD (Y)

+ baik……maupun

(X) GB-2 + GPD (Y)

(X) baik GB-1 + maupun GB-2 + GPD (Y)

C: 1. Laki-laki itu makan nasi ramas

+ baik……maupun

Perempuan itu makan nasi ramas

Baik laki-laki itu maupun perempuan itu makan nasi ramas.

Kaidah T.15 Kontras-1:

SD: (X) GB + NEG + GPD-1 (Y), (X) GB + GPD-1 (Y)

ST: (X) GB + NEG + GPD-1 (Y) melainkan

+ (X) GB +

(X) GB + GPD-1 (Y) tetapi

bukan (nya) + GPD-1 (Y) melainkan + GPD-1 (Y)

C: Orang itu tidak makan gulai kambing

+ melainkan

Orang itu minum es kelapa muda

Orang itu bukan (nya) makan gulai kambing melainkan minum es kelapa muda.

Kaidah T .16 Kontras-2:

SD: (X) GB-1 + NEG + GPD (Y), (X) GB-2 + GPD (Y)

ST: (X) GB-1 + NEG + GPD (Y)

+ melainkan / tetapi (X) bukan GB-1

(X) GB-2 + GPD (Y)

+ yang + GPD + melainkan GB-2 (Y)

C: Amat tidak menanam cengkeh

+ melainkan

Pak Ali menanam cengkeh

Bukan Amat yang menanam cengkeh, melainkan Pak Ali.

Kaidah T.17 Temporal:

SD: K-1 , K-2

ST: K-1

+ sewaktu K-1 + sewaktu + K-2

K-2

C: Kuda kami lepas

+ sewaktu Kuda kami lepas sewaktu kami masuk Kami masuk rumah rumah.

Kaidah T.18 Kondisional:

SD: K-1 , K-2

ST: K-1

+ jika(lau) K-1 + jika + K-2

K-2

C: Amat mau masuk sekolah

+ jika Amat mau masuk sekolah, jika Ibu Ibu memberinya belanja memberinya belanja.

Kaidah T.19 Komparatif:

SD: (X) GB-1 + GPD (Y), (X) GB-2 + GPD (Y)

ST: (X) GB-1 + GPD (Y)

+ seperti (X) GB-1 + GPD (Y) seperti (X) GB-2

(X) GB-2 + GPD (Y)

C: Gadis itu cantik

+ seperti Gadis itu cantik seperti bidadari.

Bidadari cantik

Kaidah T.20 Volitif:

SD: (X) GB + GPD-1 (Y), (X) GB + GPD-2 (Y)

ST: (X) GB + GPD-1 (Y)

+ untuk (X) GB + GPD-1 + untuk + GPD-2 (Y)

(X) GB + GPD-2 (Y)

C: Perempuan itu pergi ke dokter

+ untuk Perempuan itu pergi ke dokter untuk memperoleh obat bagi penyakitnya.

Perempuan itu memperoleh obat bagi

penyakitnya

Transformasi Sematan

Kaidah T.21 Atributif-1:

SD: SM K-1

GB-1 GPD

B PEN KE ADV

D GB

Gadis itu berjemur di kebun

SP K-2

GB GPD

B PEN GS

S Peng

gadis itu manis benar

maka struktur rapatan itu menjadi:

ST K-1

GB GPD

B K-2 PEN KE ADV

GB GPD-2 D GB

GS

S Peng

gadis yang manis benar itu berjemur di kebun

C: SM Orang itu menangkap pencuri

 Orang yang lihai itu menangkap pencuri

SP Orang itu lihai

Kaidah T.22 Atributif-2:

SD: SM K-1

GB-1 ASP GK

B POS-1j KE GB-2

B PEN

guru kami sedang membaca buku itu

SP K-2

GB GK

B PEN KE ADV

D GB-3

B Nama

buku itu dijual di buku Sarinah

dan kita terapkan kaidah ini sehingga membangkitkan sematan:

ST K-1

GB ASP GK

B PEN KE GB-2

B K-2 PEN

GB GK

KE ADV

D GB

B Nama

guru itu sedang mem- buku yang dijual di toko buku Sarinah

baca

C: SM Ahmad membeli kuda itu sekarang

SP Kuda itu nakal sekali

Ahmad membeli kuda yang nakal sekali itu sekarang.

Kaidah T.23 Komplemen Gatra Benda:

SD: SM K-1

GB GS

B PEN S

kenyataan itu jelas

SP K-2

GB GK

B POS-3 KE ADV

D GB

Suami nya dikirim ke Kalimantan

Dengan menerapkan kaidah ini akan diperoleh:

ST: K-1

GB GPD

B K-2 PEN

bahwa GB GPD GS

B POS-3 GK S

KE ADV

D GB

kenyataan bahwa suami nya dikirim ke Kalimantan itu jelas

C: Komplemen Subyek:

SM Pendapat itu menggairahkan si tua-bangka itu

SP Kolesom mempertinggi daya-tahan

Pendapat bahwa kolesom mempertinggi daya tahan itu menggairahkan si tua-bangka itu.

Komplemen Obyek:

SM Salim menyangkal berita itu

Pak Karto mencuri ayam

Salim menyangkal berita bahwa Pak Karto mencuri ayam.

Kaidah T.24 Komplemen Gatra-Kerja:

SM Perempuan itu membujuk anaknya.

K-1

GB-1 GK

B PEN KE GB-2

B POS-3

perempuan itu membujuk anak nya

serta kalimat pemadu:

SP Anaknya membeli rumah di kota.

K-2

GB-1 GK

B POS-3 KE GB-2

B ADV

D GB-3

anak nya membeli rumah di kota

Disematkan menjadi:

ST: Perempuan itu membujuk anaknya membeli rumah di kota.

K-1

GB GK

B PEN KE GB

B POS-3 K-2

GB GK

KE GB

B ADV

D GB-3

perempuan itu membujuk anak nya membeli rumah di kota

C: SM Orang-orang kampung menahan perampok.

SP Perampok melakukan penggedoran.

Orang-orang kampung menahan perampok melakukan penggedoran.

Kaidah T.25 Komplemen Gatra-Sifat:

SM Orang itu sangsi.

K-1

GB GS

B PEN S

orang itu sangsi

Dan kalimat pemadu seperti:

SP anaknya akan lulus ujian.

K-2

GB-1 ASP GK

GB POS-3 KE GB-2

anak nya akan lulus ujian

yang disematkan ke dalam yang pertama, sehingga kita dapatkan konstruksi transformasi seperti:

ST Orang itu sangat apa(kah) anaknya akan lulus uian

K-1

GB GS

B PEN S GB

apakah K-2

GB ASP GK

B POS-3 KE GB

orang itu sangat apakah anak nya akan lulus ujian

C: SM Mereka itu ragu.

SP Barang-barang tidak akan menjadi mahal.

Mereka itu ragu apakah barang-barang tidak akan menjadi mahal.

SM Rupanya penonton tidak acuh.

SP Kesebelasan Australia akan menang.

Rupanya penonton tidak acuh apakah kesebelasan Australia akan menang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: