Kumpulan komentar dalam Antologi Puisi Anak

Kepedulian kembali hadir tak hanya dalam olah pikir dan raga tapi juga dalam haru birunya hati. Jalinan kata-kata yang disusun oleh Dheka dan kawan-kawan menggugah rasa untuk membuka mata hati dan mengasah kepedulian terhadap sesama. Kata-kata sederhana yang disusun dengan indah ini mudah dicerna. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kumpulan puisi ini bersama anak-anak. Perlahan namun pasti, kumpulan puisi ini akan menginspirasi anak-anak kita untuk menumbuhkan minat terhadap karya sastra Indonesia.

(Yanti Sriyulianti, Ketua KerLiP)

Menurut saya puisi dalam buku ini sangat menarik, karena menceritakan cerminan kehidupan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga memberikan pengaruh positif bagi pembaca.

(Rahmania Noor A. A., siswi kelas 5 SD Negeri Cisitu IV Bandung)

…Bahkan Jenderal Douglas Mc Arthur pun berpuisi untuk anaknya. Membaca antologi puisi anak ini, kita diajak untuk menyelami lebih dalam tentang hak-hak anak, dan tentang kewajiban kita sebagai orang dewasa untuk menyayangi mereka dengan lebih mendalam. Para pendidik, pemerintah, dan lain-lain perlu meresapi puisi-puisi ini….

(Budhiana Kartawijaya, Redaktur Harian Umum Pikiran Rakyat)

Menurut saya puisi ini sangat bagus untuk dibaca dan didengar,karena puisi-puisi dalam buku ini isinya sangat menarik,banyak menceritakan suatu kejadian yang terjadi di kehidupan sehari-hari,dan salah satu dari puisi ini ada yang menceritakan tentang sebuah kehidupan yang susah dijalani dengan kerja keras tanpa lelah dan penuh semangat. Saya jadi kembali bersemangat untuk menjalani kehidupan!

(Sisca, Siswi kelas 3 SMP Negeri 19 Bandung)

Puisi merupakan permainan bahasa. Bermain dengan kata-kata. Tentang apa saja dapat dibuat menjadi puisi. Membaca antologi puisi anak ini, ada kelugasan yang dimiliki setiap anak, dengan nuansa humanis yang terasa.

(Juniarso Ridwan, Penyair)

Wah, saya sangat gembira dengan adanya puisi anak ini. Menurut saya puisi seperti ini memberikan warna yang berbeda untuk anak-anak pada zaman sekarang. Mungkin kita bisa melihat, minimnya sesuatu yang mestinya dikonsumsi anak, misalnya lagu. Sekarang, mana ada sih anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu Ibu Kasur yang riang gembira atau lagu Bintang Kecil yang amat melegenda itu. Yang sekarang dinyanyikan anak-anak adalah lagu Peterpan, Ungu, Nidji, dan lagu untuk konsumsi orang dewasa yang mengagung-agungkan cinta buta yang tidak sesuai dengan umur mereka…

(Nadia, Mahasiswi D3 Fikom UNPAD)

Realisasi kehidupan, mengingatkan kembali masa lampauketika kenangan, impian-impian dimulai saat kita menjadi anak-anak. Dan sebagian besar dari semuanya itu lewat puisi anak ini.

(Dwi Septianti, Penggagas Komunitas Selasar Kamuning)

Seru. Karena banyak misteri dalam puisi. Apalagi ada kata-kata bau tanah, hujan rintik, dan pelangi.

(Timotius, kakaknya Moses)

Bagus, karena puisinya bercerita tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan anak.

(Yulia Nur Hasanah, santri TPA-TQA Al-Basith)

1 Komentar

  1. didit yudistira said,

    26 Mei 2009 pada 19:26

    kau mengajakku ke dlm dunia anak yang begitu indah…
    maaf!lam knl ja ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: