Sebuah Catatan Kecil

Dalam sebuah obrolan ringan sebelum dosen mata kuliah sastra populer datang, entah mengapa kami sedikit menyinggung tentang kegelisahan kami sebagai calon sarjana sastra dan sebagai perempuan-perempuan yang kelak  menjadi ibu. Harapan bahwa kami bisa melakukan sesuatu hari ini, setidaknya yang mungkin kami lakukan (yah… walaupun hanya hal kecil).

Mimpi kecil kami ketika itu hanyalah melihat anak-anak usia sekolah dasar mempunyai aktivitas lain selain bermain berbagai macam permainan yang menggunakan teknologi-teknologi canggih saat ini. Sangat jauh berbeda memang permainan saat kami kecil dengan anak jaman sekarang.

Perkembangan sosial budaya masyarakat, perubahan lingkungan, politik, atau kecanggihan teknologi, sepertinya amat berpengaruh terhadap cara berpikir dan mentalitas anak saat ini. Ada perubahan yang baik dan ada perubahan yang kurang berterima bagi kami.

Sengaja akhirnya kami berlari kembali pada cara berpikir, cara memandang, cara merasa, kami yang pernah bocah. Berharap kami menemukan apa yang bisa kami lakukan atas keresahan kami hari ini. Harapan bahwa kami ingin memberikan sebuah hadiah untuk teman-teman kecil kami, sebuah buku saku tentang dunia kita hari ini.

Kami mencoba Belajar dari Pengamen cara mereka  Mencium Kota Hari Ini yang mulai padat dengan polusi yang membuat kita kehilangan Pelangi setelah Hujan Turun . Teman, tidak ada Larangan Bertanya tentang apa yang ingin kau tahu Jangan Bilang Aku Nakal karena apa yang coba kami lakukan.

Bandung, Juni 2007
Penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: