Sepeda dan Gigi

Sepeda dan Gigi

Dheka Dwi Agusti N.

Sepedaku

Dulu aku sering terjatuh dari sepeda

Tapi aku bangun, aku buat berdiri sepeda itu, lalu kunaiki lagi

Biarpun aku sering jatuh, dan tangan juga lututku lecet-lecet.

Gigiku pun tanggal satu persatu.

Kalau aku menyeringai, maka mulutku seakan berjendela.

Karena tak ada gigi seri berjajar di sana.

Copot satu-satu, waktu aku jatuh dari sepeda.

Kata mama, tak apa, itu namanya pengorbanan

Ya, aku kan sedang bejar bersepeda.

Aku kini sudah bisa naik sepeda dan balapan bersama teman-teman

Walaupun sempat jatuh lagi dan gigiku makin ompong lagi

Sekarang aku sudah mahir bersepeda, aku tak sering jatuh

Sepeda ini pun menjadi sahabatku

Mengantarku ke sekolah dan ke rumah teman

Gigiku pun tak ompong lagi

Sudah tumbuh satu-satu.

15 Oktober 2007

5 Komentar

  1. fina putri said,

    25 September 2009 pada 04:46

    wuuiiihhhh!!!!!!
    puisi na buagusssss bwanged.meski sderhana,akko jadi terinspirasi.cayoooo……….

    • dheka said,

      14 Oktober 2009 pada 09:44

      makasih..

  2. Rizka said,

    21 November 2010 pada 03:44

    Wahhhh..
    Puisinya siiiiiip banget, ceritanya sama kayak keponakanku yang baru bisa naik sepeda. . .
    Terus berkarya!!!

  3. Risca vrilia said,

    5 April 2012 pada 07:50

    whh hebat puisi nya bagus!

  4. Andi Hadiba said,

    24 Mei 2012 pada 13:47

    mantap kk, trus berjuang deh, bikin puisi yg bagus lagi. lalu, kirim ke emailku ya. ehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: